Senin, 19 April 2010

kura-kura

Kura-kura darat bintang termasuk dalam grup kura-kura yang memiliki corak yang memancar pada cangkangnya. Variasi-variasi corak ini cukup umum ditemukan pada kura-kura Afrika dan beberapa kura-kura darat Asia. Walaupun menyolok mata di alam sekitarnya, corak ini merupakan cara yang efisien untuk kamuflase.

Yang termasuk kura-kura bintang adalah Radiated, Spider dan kura-kura Flat shelled dari Madagsascar dan Geometric dan Tent tortoise daerah Selatan Afrika. Semua bintang cantik-cantik ini telah banyak menjadi incaran diantara entusias dan perdagangan komersil baik legal maupun ilegal bersamaan dengan hancurnya habitat yang membawa semua spesies in menjadi ancaman secara lokal atau regional.Spesies bintang yg secara tradisional umum diketemukan dalam captivity adalah Star Tortoise, ini disebabkan oleh perdagangan yang extensif bersejarah dalam penangkapan spesimen dari alam yang sebagian besar berasal dari Sri Lanka.
warna dasar tempurungnya adalah dari krim muda ke coklat kekuning-kuningan dan sejumlah bentuk berkapak-kapak hitam pada setiap scute membentuk karakteristik corak bintang. Dari sinilah Star tortoise berbeda dengan kura-kura bintang lainnya seperti Radiated tortoise yang memiliki warna dasar gelap dengan light marking. Fakta ini mudah diilustrasikan, sementara radiated tortoise yang berumur tumbuh menjadi lebih gelap yang disebabkan oleh corak sinarnya yang hilang. Sedangkan star tortoise lebih cenderung bertambah kuning bersamaan dengan daerah hitamnya yang memudar.

Berbeda dengan kura-kura darat lainnya, Star tortoise bersama spesies tertentu pada subfamily Geochelone (diantaranya G. pardalis) memiliki tempurung scute yang timbul secara alami, sesuatu yang mirip dengan tetapi tidak sama seperti piramid. Fitur ini sangatlah bervariasi pada Star Tortoise - baik yang rata maupun berjendul, spesimen ini ada dalam populasi yang sama. Penyebab atau fungsi fenomeda ini tidak jelas - kemungkinan sifat genetik, atau mungkin hanya hasil perbedaan individu dalam komposisi makanan atau akses ke makanan. Sering kali, anda mendengar penjelasan tentang bagaimana Sri Lanka Star tortoise mempunyai tempurung berjendol dan kura-kura mulus adalah hewan lokal, tetapi saya telah melihat sendiri tempurung mulus pada kura-kura Sri Lanka dan saya juga melihat Star Tortoise liar berjendul di daerah utara barat India. Perkiraan saya pribadi teori tentang Sri Lanka lebih berjendol hanyalah cara yang dipakai dealer dalam mengiklankan hewan yang menjadi piramid karena pemeliharaan yang buruk - lebih masuk akal dan mudah menjual '...sehat dan spesimen Sri Lanka berbentuk baik' daripada '..spesimen yang termpurung malform disebabkan buruknya pemeliharaan dalam waktu yang lama'.

Bagian luar kaki depan dilindungi oleh sisik-sisik besar, sementara kaki belakangnya kurang oleh lindungan ini. Daerah lunak spesies ini berwarna krim kuning ke kuning, dengan jumlah bervariasi coklat tua atau bulat-bulat hitam. Star Tortoise mempunyai 5 cakar pada setiap kaki dan postur cakar pada betina ditandai lebih panjangnya kaki belakang daripada jantan dan lebih curve, ini sebagai fasilitas pengorekan sarang yang seringkali keras dan kering. Kepala berbecak dengan hitam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut