Senin, 19 April 2010

ular

Ular merupakan salah satu reptil yang paling sukses berkembang biak

di dunia. Di gunung,hutan, gurun, dataran rendah, lahan pertanian, lingkungan pemukiman, sampai ke lautan, dapat ditemukan ular. Hanya saja, sebagaimana umumnya hewan berdarah dingin, ular semakin jarang ditemui di tempat-tempat yang dingin, seperti di puncak-puncak gunung, di daerah irlandian dan selindia baru dan daerah daerah paling dingin atau kutub.

Banyak jenis-jenis ulr yang sepanjang hidupnya berkelana di p

epohonan dan hampir tak pernah menginjaktanah. Banyak jenis yang lain hidup melata di atas permukaan tanah atau menyusup-nyusup di bawah serasah atau tumpukan bebatuan. Sementara sebagian yang lain hidup akuatik atau semi-akuatik di sungai-sungai, rawa, danau dan laut.
nis hewan lebih kecil dari tubuhnya. ular perairan memangsaikan, kodok, berudu, dan bahkan telur ikan. ular pohon dan ular darat memangsa burung,mamalia , kodok, jenis-jenisreptill yang lain, termasuk telur-telurnya. ular-ular besar seperti ula rsanca kembang dapat memangsa kambing,sapi, dan bahkan manusia.

ular memakan mangsanya bulat-bulat; artinya, tanpa dikunyah menjadi keping-keping yang lebih kecil. Gigi di mulut ular tidak memiliki fungsi untuk mengunyah, melainkan sekedar untuk memegang mangsanya agar tidak mudah terlepas. Agar lancar menelan, ular biasanya memilih menelan mangsa dengan kepalanya lebih dahulu.

Beberapa jenis ular, seperti sanca , membunuh mangsa dengan cara melilitnya hingga tak bisa bernapas. ular berbisa membunuh mangsa dengan bisanya, yang dapat melumpuhkan sistem saraf pernapasan dan jantung (neurotoksin), atau yang dapat merusak peredaran darah (haemotoksin), dalam beberapa menit saja. Bisa yang disuntikkan melalui gigitan ularitu biasanya sekaligus mengandung enzim pencerna, yang memudahkan pencernaan makanan itu apabila telah ditelan.

Untuk menghangatkan tubuh dan juga untuk membantu kelancaran pencernaan, ular kerap kali perlu berjemur (basking) di bawah sinar matahari.

Kebanyakan jenis ular berkembang biak dengan bertelur. Jumlah telurnya bisa beberapa butir saja, hingga puluhan dan ratusan butir. ular meletakkan telurnya di lubang-lubang tanah, gua, lubang kayu lapuk, atau di bawah timbunan daun-daun kering. Beberapa jenis ular diketahui menunggui telurnya hingga menetas; bahkan ular sanca ‘mengerami’ telur-telurnya.

Sebagian ular, seperti ular kadut belang, ‘melahirkan’ anak. Sebetulnya tidak melahirkan seperti halnya mamalia, melainkan telurnya berkembang dan menetas di dalam tubuh induknya (ovovivipar), lalu keluar sebagai ularkecil-kecil.

Sejenis ular primitif, yakni ular buta atau ular kawat ( Rhampotyphlops braminus), sejauh ini hanya diketahui yang betinanya. ular yang mirip cacing kecil ini diduga mampu bertelur dan berbiak tanpa ular jantan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut